Menjelang pertemuan petinggi klub dan otoritas Premier League pada Senin kemarin, ada klaim dari salah satu petinggi klub papan atas yang menyebut Liverpool akan memainkan para pemain muda (U-23) dalam sisa laga Liga Inggris ketika The Reds telah memastikan juara musim ini.
![]() |
| (Foto: James Williamson/Gettyimages) |
Rencana memainkan pemain muda tersebut dianggap akan mempengaruhi jalannya persaingan di antara tim-tim menengah terutama bagi klub dalam ancaman degradasi di mana Liverpool masih harus berhadapan dengan Aston Villa dan Brighton. Hal itu dinilai akan merusak integrtitas olahraga.
Namun, menurut The Times, klaim itu membuat "bingung" para petinggi Anfield bahkan tak sekalipun masuk dalam rencana Juergen Klopp. Jika pada akhinya The Reds memastikan juara mereka dalam dua kemenangan ke depan, Sadio Mane dkk akan tetap tampil full team seperti biasanya.
Berbeda situasi ketika U-23 mewakili Liverpool dalam pertandingan Piala Carabao dan Piala FA lalu. Di Carabao, skuad inti Liverpool harus terbang ke Qatar menjalani pertandingan Piala Dunia Antarklub yang mampu mereka menangkan. Sementara jadwal Piala FA bersamaan dengan liburan musim dingin. Keduanya, tidak memungkin bagi Liverpool memainkan skuad utama mereka.
Rekor di Sisa Musim
Di sisa musim Liga Inggris, The Reds akan menghadapi Everton, Crystal Palace, Manchester City, Burnley, Chelsea, Newcastle United, Aston Villa dan Brighton. Ke sembilan laga tersebut tetap menjadi laga penting untuk skuad Juergen Klopp.
![]() |
| (Foto: Michael Regan/Gettyimages) |
Jika mampu menyapu bersih semua laga, Liverpool akan mengumpulkan total 109 poin. Jumlah tersebut akan memecahkan rekor sebagai jumlah poin terbanyak dalam satu musim mengalahkan rekor 100 poin milik Manchester City yang diukir Citizens pada periode 2017-2018.
Selain mengejar rekor, Liverpool juga menginginkan kepuasan dari para fans. The Reds ingin menampilan skuad terbaik di sisa musim menyempurnakan tahun fantastis mereka. Jadi tak ada alasan bagi Liverpool untuk "meremehkan" sisa kompetisi dengan memainkan skuad U-23.
Adapun memainkan sebagian dari kelompok akademi agar mendapat menit bermain di Premier League merupakan satu hal yang wajar saja.



0 komentar:
Post a Comment