Blog khusus membahas beragam berita dan informasi terkait Liverpool FC. Mulai dari kabar harian, hasil pertandingan, profil hingga transfer pemain.

4 Talenta Muda Terbaik Liverpool, Siap Beri Kejutan

Liverpool tidak pernah kehabisan stok pemain muda terbaik. Curtis Jones hingga Harvey Elliot siap memberikan persaingan sengit untuk skuad utama Liverpool musim depan.

Kabar Baik, Liverpool Dapat Juara di Anfield

Pertemuan otoritas, kepolisian dan perwakilan klub berbuah hasil positif dengan mengizinkan digelarnya laga di kandang. Sebelumnya, santer dikabarkan Premier League akan digelar di venue netral.

Liverpool Terdepan Dapatkan Bintang Leicester City

Caglar Soyuncu menjadi buruan Liverpool musim depan. Bek Leicester City baru semusim di premier league dan telah mampu mencuri perhatian sejumlah tim papan atas Premier League. Harga Soyuncu ditaksir mencapai kisaran 32 juta euro.

Kai Havertz Kembali Curi Perhatian Liverpool

Pekan pertama setelah kembalinya Bundesliga menjadi panggung Kai Havertz. Pemain 20 tahun tersebut mencetak 2 gol saat timnya mengatasi perlawanan tuan rumah Werder Bremen dengan skor telak 4-1.

Liverpool Terdepan Dapatkan Koulibaly

Liverpool menjadi klub terdepan mendapatkan jasa bek Napoli, Kalidou Koulibaly. Pemain 28 tahun asal Senegal tersebut dapat menjadi tandem sempurna untuk Virgil Van Dijk di lini belakang The Reds.

Thursday, May 21, 2020

4 Talenta Muda Terbaik Liverpool, Siap Beri Kejutan

Liverpool memiliki sejumlah pemain potensial di akademi mereka. Nama-nama seperti Curtis Jones hingga Hervey Elliot dianggap layak masuk jajaran squad The Reds musim depan. Mereka dapat memberikan persaingan untuk tim inti dan bukan mustahil merebut satu posisi seperti yang dilakukan Trent Alexander-Arnold.

(Foto: Richard Heathcote/Gettyimages)
1. Curtis Jones

Curtis Jones membela tim utama Liverpool di laga piala FA dan Carabao Cup. Pemain kelahiran 2001 (19 tahun) tersebut mampu menyumbangkan tiga gol. Di kompetisi U-23, Curtis Jones telah memainkan 14 kali pertandingan dengan catatan 9 gol dan 5 assist.

Musim depan, Liverpool akan kehilangan Adam Lallana yang kontraknya akan habis musim ini. Peran gelandang timnas Inggris tersebut dapat digantikan Curtis Jones yang selalu bermain apik ketika dipercaya memperkuat Liverpool di piala FA. 

2. Harvey Elliot

Harvey Elliot diakui sebagai talenta muda terbaik Liverpool saat ini. Walau masih berusia 17 tahun, ia memiliki ketenangan dalam membaca dan mengontrol permainan. Perannya di sektor kanan dapat menjadi pelapis sempurna untuk Mohamed Salah di musim depan.

Di musim ini, Elliot telah bermain di 12 pertandingan bersama skuad U-23. Ia menorehkan 2 gol dan 4 assist. Pemain dengan tinggi 1.70 meter tersebut digadang akan menjadi pemain muda penuh potensi beberapa tahun ke depan.

3. Neco Williams

Bermain di posisi yang sama dengan Trent Alexander-Arnold, Neco Williams dapat segera berkontribusi di musim depan bersama skuad utama The Reds mengingat bek kanan Liverpool lainnya, Nathaniel Clyne akan habis kontrak musim ini.

Neco Williams telah beberapa kali dipercaya membela Liverpool di Piala FA. Dalam empat pertandingan yang dijalankannya, pemain kelahiran Wrexham tersebut menyumbang 2 assist. 

4. Rhian Brewster

Rhian Brewster saat ini bermain untuk Swensea City. Dari 11 laga yang dimainkannya, Brewster mampu menyarangkan 4 gol. Catatan yang cukup baik untuk pemain berusia 20 tahun tersebut. 

Brewster memiliki posisi yang sama dengan Divock Origi sebagai striker murni. Dengan skema false nine yang dipakai Juergen Klopp saat ini, masih cukup sulit untuk Brewster dapat menembus tim utama musim depan.
Share:

Wednesday, May 20, 2020

Kai Havertz Kembali Curi Perhatian Liverpool

Kai Havertz menunjukkan penampilan fantastis di laga "comeback" Bundesliga dengan mencetak 2 gol saat timnya, Bayern Leverkusen menang telak 4-1 atas Werder Bremen. Pemain 20 tahun tersebut total telah mengoleksi 5 gol dan 5 assist di delapan pertandingan terakhirnya bersama Bayern Leverkusen. 

(Foto: Craig Williamson/Gettyimages)
Bayern Leverkusen menjalani laga pertama setelah tertangguhkannya Bundesliga dengan bertandang ke Weser Stadium, markas Werder Bremen. Unggul 1-0 lewat Havertz pada menit 28, Bremen kemudian menyamakan kedudukan ketika laga memasuki menit 30 lewat Gebre Selassie. Havertz kembali membawa Leverkusen unggul di menit 33 dan kemudian disempurnakan oleh dua gol masing-masing dicetak Mitchell Weiser (61) dan Kerem Demirbay (78).

Hasil itu membuat Leverkusen sementara berada di perangkat 8 klasemen dengan selisih 8 poin atas Bayern Muenchen. Pekan berikutnya, klub asuhan Peter Bosz tersebut akan bertandang ke Monchengladbach, Sabtu (5/23/2020) waktu setempat.

Penampilan apik Kai Havertz menjadi bukti betapa klub-klub top Eropa menginginkan jasanya di musim depan. Tim-tim seperti Arsenal, Manchester City dan Liverpool tetap menunjukkan minatnya walah saat ini dunia masih tertimpa wabah Corona. Nilai uang sebesar 100 juta euro dipercaya dapat memuluskan langkah Havertz meninggalkan klub yang bermarkas di BayArena tersebut.

Sejak ditinggal Coutinho, Liverpool tak lagi memiliki gelandang kreatif. Sejak musim lalu, klub asal Merseyside tersebut sudah dikaitkan dengan penandatanganan Havertz, namun belum terwujud hingga saat ini. Menurut mantan gelandang Liverpool, Jan Molby, Havertz dapat menjadi pengganti yang sepadan.

"Saya ingin melihat pemain yang mampu memberikan sesuatu yang berbeda dari apa yang dilakukan James Milner, Keita, Wijnaldum ataupun Henderson. Siapa itu? Kai Havertz, dia terlihat pemain yang sangat bagus," kata Molby seperti dilansir dari Daily Star.

Musim ini Liverpool nyaman di puncak klasemen dengan keunggulan jauh 25 poin. Premier League rencananya akan kembali bergulir di bulan Juni nanti. Sisa dua kemenangan lagi akan membawa The Reds meraih trofi Liga Inggris setelah penantian 30 tahun.
Share:

Tuesday, May 19, 2020

Liverpool Terdepan Dapatkan Bintang Leicester City

Liverpool menjadi klub favorit dapatkan jasa bek muda Leicester City, Caglar Soyuncu. Pemain 23 tahun tersebut tampil mengesankan dan menarik perhatian klub-klub papan atas Liga Inggris, salah satunya Liverpool.

(Foto: James Williamson - AMA/Gettyimages)
Musim ini, Soyuncu tampil solid di lini belakang The Foxes mengganti peran Harry Maguire yang memutuskan hijrah ke Manchester United di awal musim. Didatangkan dari SC Freiburg dengan nilai mencapai 18 juta euro, Soyuncu sukses mengunci satu posisi kunci di bawah asuhan manajer Brendan Rodgers.

Soyuncu telah berpartisipasi dalam 28 pertandingan Leicester City musim ini di Premier League. Pemain berdarah Turki tersebut mencatatkan 1 gol dan 1 assist. Berdasar Transfermark, Soyuncu memiliki nilai harga pasar di kisaran 32 juta euro. 

Liverpool sendiri sejatinya telah memiliki bek-bek handal yang menemani Virgil Van Dijk di lini belakang seperti Joel Matip, Dejan Lovren dan pemain muda potensial mereka Joe Gomez. Akan tetapi, Juergen Klopp dipercaya ingin menambah kekuatan kuartet center back untuk menghadapi tantangan kompetisi musim depan.

Kedatangan Soyuncu diproyeksikan menjadi duet tangguh untuk menemani Virgil Van Dijk. Selain itu, pemain dengan tinggi 1.87 meter tersebut  sekaligus menjadi pengganti Dejan Lovren yang saat ini tengah dirumorkan akan hengkang menuju Seri A Italia. 

Selain Soyuncu, Liverpool turut mengincar bek tangguh lainnya seperti Koulibaly (Napoli) dan Diego Carlos (Sevilla). Namun, adanya pandemi Corona membuat pergerakan transfer klub-klub sepakbola jadi terhambat. 
Share:

Monday, May 18, 2020

Liverpool Perlu Sosok Seperti Bruno Fernandes

Mantan gelandang Liverpool di era 80-90-an, Jan Molby menyarankan timnya untuk bisa mendatangkan sosok pemain seperti Bruno Fernandes. Pemain Portugal itu sendiri merupakan pemain Manchester United yang didatangkan dari Sporting Lisbon pada bursa Januari lalu.

(Foto: Robbie Jay Barrat/Gettyimages)
Tidak butuh lama bagi Fernandes menjadi bagian inti skuad The Red Devils. Perannya di lini tengah mendongkrak peforma Manchester United hingga mampu bersaing memperebutkan satu tiket ke Liga Champions musim depan.

"Mungkin saya sedikit kesal untuk mengatakan ini. Tapi jika Anda melihat pengaruh Bruno Fernandes di Manchester United saat ini, sekarang saya akan senang Liverpool mengontrak pemain lini tengah seperti itu," kata Molby seperti dilansir dari Daily Star.

Liverpool sejatinya telah memiliki sosok pemain tengah handal seperti Jordan Henderson, Wijnaldum, James Milner hingga Fabinho. Akan tetapi menurut Molby yang pernah membela Liverpool dari tahun 1984 hingga 1996 itu merasa The Reds masih kekurangan sosok seperti Bruno Fernandes.

Fernandes merupakan sosok gelandang kreatif yang mempu mengubah dinamika permainan. Walau baru saja merintis karir di Inggris, ia telah mampu memenangkan satu penghargaan Player of The Month di musim ini sebelum kompetisi ditangguhkan.

"Saya ingin melihat pemain yang mampu memberikan sesuatu yang berbeda dari apa yang dilakukan James Milner, Keita, Wijnaldum ataupun Henderson," tambahnya.

"Siapa itu? Kita bisa melihat kembali Jerman, Senin malam, pemain muda Leverkusen, Kai Havertz terlihat sebagai pemain yang sangat bagus. Mari kita tunggu dan lihat berapa banyak uang yang dimiliki Liverpool untuk bergerak di bursa transfer. Saya pikir ada banyak pemain muda yang menarik di luar sana."

Liverpool telah lama dikaitkan dengan beberapa pemain untuk bursa transfer mendatang. Selain ingin memiliki striker murni pada sosok Werner, The Reds juga dikabarkan berupaya menggaet pemain tengah kreatif. Kai Havertz adalah salah satu yang digadang memiliki kualitas untuk itu. 

Memiliki sosok kreatif di lini tengah praktis dibutuhkan Liverpool. The Reds kerap kali direpotkan dengan gaya permainan defensif dari setiap lawan yang dihadapinya. 
Share:

Sunday, May 17, 2020

5 Midfielder Terbaik Pilihan Wijnaldum

Gelandang Liverpool, Georginio Wijnaldum diminta untuk memilih pemain tengah terbaik versinya. Berdasarkan skill dan spesialisasinya masing-masing, berikut pilihan pemain 29 tahun asal Belanda tersebut seperti dilansir dari Skysport.

(Foto: Julian Finney/Gettyimages)
1. Steven Gerrard

Salah satu gelandang terbaik sepanjang masa dunia ada pada diri Steven Gerrard. Kapten legendaris Liverpool memiliki tendangan keras dan umpan lambung jauh yang akurat. Bersama Liverpool Gerrard meraih Liga Champions di laga final fenomenal saat menyungkurkan AC Milan lewat adu pinalti.
(Foto: Corbis/Gettyimages)
"Pemain yang luar biasa. Saya pikir dia memiliki segalanya. Itulah sebabnya dia adalah salah satu gelandang terbaik yang pernah bermain. Dia juga bermain untuk Liverpool."

2. Xavi Hernandes

Mantan kapten dan legenda Barcelona, Xavi Hernandes berikutnya dipilih Wijnaldum. Pemain Spanyol tersebut merupakan gelandang yang cerdas. Di masanya, ia adalah otak permainan Blaugrana. 

(Foto: Marcus Brandt/Gettyimages)
"Dia luar biasa. Saya pikir dia dan Iniesta ketika mereka bersama, mereka sulit dipercaya. Dia adalah pemain yang bagus dan otak permainan Barcelona."

3. Andrea Pirlo

(Foto: Gettyimages)
Berikutnya ada nama legenda timnas Italia, Andrea Pirlo. Menurut Wijnaldum, Pirlo selalu ada solusi dalam situasi yang darurat. Ia dapat ditempatkan di ruang mana saja.

"Pemain yang hebat. Anda dapat menempatkannya di ruang besar atau kecil. Dia selalu punya solusi untuk itu. Sentuhan pertama bolanya sungguh sesuatu yang hebat, itu sebab saya memilihnya."

4. Jordan Henderson

Kompatriot Wijnaldum di Liverpool, Jordan Henderson masuk dalam daftar pilihannya. Kepimpinan yang luar biasa menjadi alasan mengapa pemain timnas Inggris tersebut disebut sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah ada. Musim ini, Henderson juga digadang akan meraih gelar Pemain Terbaik Inggris.

(Foto: Jan Kruger/Gettyimages)
"Saya sudah bermain dengan beberapa pemain yang memiliki kepimpinan hebat. Saya memilih Kevin Strootman dan Jordan Henderson. Mark Van Bommel juga adalah pemimpin yang baik dan kapten yang baik, tapi di antara ketiganya saya lebih memilih Jordan Henderson."

5. Frank Lampard

Pelatih Chelsea saat ini, Frank Lampard merupakan gelandang haus gol. Wijnaldum memilihnya sebagai gelandang pencetak gol terbaik.

(Foto: Gettyimages)
"Pencetak gol haruslah Lampard. Dia pemain yang bagus dan finisher yang bagus. Jika kita berbicara tentang pencetak gol untuk gelandang, saya harus memilih Frank Lampard. Saya tidak tahu gelandang lain yang mencetak banyak gol selain dia."
Share:

Friday, May 15, 2020

Liverpool Akan Ikat Mane Kontrak Baru, Real Madrid Frustasi

Real Madrid saat ini tengah gencar dispekulasikan ingin membawa Sadio Mane dari Anfield. Mega proyek disiapkan Los Blancos demi memuluskan langkah mereka merekrut pemain Senegal tersebut. Kabarnya dana sekitar 150 juta euro siap diberikan manajemen Madrid untuk Liverpool.

(Foto: John Habley/Gettyimages)
Akan tetapi usaha itu tidak akan berjalan dengan mudah. Dilansir dari Daily Sport, manajemen The Reds tengah mempersiapkan proposal kontrak baru untuk membuat sang pemain dapat bertahan lebih lama di Anfield.

Menurut mantan pemain Leeds United, Noel Whelan, kesepakatan baru penting dilakukan Liverpool. Manajemen perlu mengapresiasi kontribusinya selama tiga terakhir ini. Ia juga menyebut, peran Sadio Mane lebih penting dari Mohamed Salah.

"Sangat penting mereka mengikatnya dengan kontrak baru," kata Nhoel Whelan pada Football Insider.

"Berikan penghargaan kepada pemain atas penampilan yang telah dia tunjukkan. Dia luar biasa selama tiga musim terakhir. Dia benar-benar penting dan bahkan lebih baik dari Mohamed Salah," tambahnya.

Investasi Besar

Musim ini, Sadio Mane telah tampil di 26 pertandingan Liverpool di Liga Inggris. Beberapa laga sempat ia lewatkan akibat cedera yang dideritanya saat menghadapi Wolverhampton Wanderes, 23 Januari lalu. Total mantan bintang Southampton tersebut telah mencetak 14 gol dan 9 assist.

(Foto: James Baylis/Gettyimages)
Mempertahankan Sadio Mane adalah prioritas Liverpool musim ini. Pria 28 tahun yang mencetak 22 gol di Liga Inggris musim lalu tersebut menunjukkan dirinya sebagai pemain vital bagi The Reds. Selain membuat Mane bertahan, Juergen Klopp juga dipercaya akan kembali aktif di bursa transfer untuk memperkuat tim mereka. 

"Mereka punya uang untuk menyamai Real Madrid. Mereka serius bertarung memperebutkan trofi, untuk itu Anda perlu mempertahankan pemain ini (Mane). Saya yakin, Liverpool telah memberitahu Sadio Mane bahwa mereka akan berinvestasi di musim panas ini untuk membuat tim ini lebih kuat," tutur Nhoel Whelan.

Sadio Mane sempat dikabarkan berselisih dengan Juergen Klopp yang membuat dirinya meminta untuk dijual. Tapi kabar tersebut dibantah oleh sang pemain dan menyebut pelatih asal Jerman tersebut sebagai sosok penting dalam karir pemain. 
Share:

Thursday, May 14, 2020

Kabar Baik, Liverpool Dapat Juara di Anfield

Otoritas Premier League mendapat sambutan positif dari pemerintah Inggris dan kepolisian setempat menjelang bergulirnya kembali kompetisi. Dilansir dari Talksport, klub-klub Liga Inggris dapat menggunakan stadion mereka untuk menggelar laga kandang di sisa musim.

(Foto: Gettyimages)
Sebelumnya, terdapat wacana penggunaan venue netral saat kompetisi berlanjut. Akan tetapi, beberapa klub menentang rencana tersebut seperti Aston Villa dan Brighton. Pihak kepolisian sendiri berdalih, penggunaan venue netral dilakukan untuk kesemalatan publik.

"Yang bisa dilakukan seandainya kita memulai lagi pertandingan adalah harus dengan tegas mematuhi aturan pembatasan sosial. Jika ada penggemar yang tidak mematuhi pembatasan maka liga bisa ditutup," kata Roberts, Wakil Kepala Polisi South Yorksihire seperti dikutip dari Metro.co.uk.

Hasil Pertemuan

Pihak otoritas dan petinggi kepolisian kembali melakukan pertemuan dengan petinggi-petinggi klub tentang rencana kelanjutan kompetisi. Hasilnya, liga dapat dipertandingkan dengan menggunakan stadion klub tapi tetap melalui prosedur kesehatan yang ketat, salah satunya tanpa dihadiri penonton.

"Setelah pertemuan positif antara polisi, pemerintah dan perwakilan klub tadi malam, kami akan sama-sama mengindentifikasi jalan terbaik ke depan untuk meminimalkan resiko keselamatan publik. Kami mendukung keuntungan baik dari segi ekonomi maupun moral yang terkait dengan olahraga," kata Roberts, Rabu (13/05/2020) waktu setempat.

Seperti diketahui, pemerintah Inggris telah menerbitkan dokumen terkait pemulihan Covid-19 pada hari senin, yang menyatakan event olahraga dapat kembali digelar secara tertutup dimulai 1 Juni nanti. Kontak dalam skala besar pun tetap harus dihindari.

Sementara Liga Inggris direncanakan akan bergulir pada 12 Juni mendatang dan akan kembali melakukan pertemuan antara manajer dan pemain membahas terkait keamanan dan keselamatan selama pertandingan berlangsung.

(Foto: Gettyimages)
Sebelum kompetisi ditangguhkan, Liverpool telah unggul 25 poin atas Manchester City. Hanya butuh dua kemenangan bagi The Reds untuk mengunci gelar musim ini. Liga Inggris masih menyisakan 9 pekan sisa, di mana setiap tim masih tetap berpeluang untuk berebut posisi yang lebih tinggi di klasemen sementara. Terkhusus bagi tim yang memperebutkan tiket ke Eropa.




Share:

Jadon Sancho Diperebutkan Tiga Klub, Liverpool Salah Satunya

Mantan pemain Manchester United, Owen Hagreaves percaya, Jadon Sancho berpotensi menjadi salah satu pemain terbaik dunia di masa depan. Winger Borussia Dortmund itu dinilai memiliki kapasitas dan level yang tinggi untuk mencapai hal tersebut.

(Foto: Alex Gottschalk/Gettyimages)
Owen Hagreaves menambahkan, sekalipun dunia saat ini sedang sulit menghadapai pandemi Corona, Jadon Sancho tetap menjadi komuditi panas di bursa transfer musim mendatang. Tim-tim seperti Manchester United, Chelsea dan Liverpool akan berebut tanda tangannya.

"Saya pikir Jadon Sancho sesuatu yang spesial, karena siapapun yang mendapatkannya, walau dengan harga yang tinggi, dia akan menjadi pemain paling potensial dalam satu dekade ini," ujarnya seperti dilansir dari Dailymail.

"Dia dapat bergabung dengan klub mana saja yang dia inginkan, seperti Manchester United, Liverpool, bahkan Barcelona dan Real Madrid. Dia memiliki level sebaik itu," tambah pria yang juga sempat lama membela Bayern Munich tersebut.

Jadon Sancho saat ini masih berusia 20 tahun. Ia merupakan buruan utama Manchester United untuk bursa transfer musim depan. Klub berjuluk The Red Devils itu ingin menjadikan Sancho sebagai aset jangka panjang mereka di Old Trafford.

Kontribusi

Berdasar transfermarkt, Sanhco ditaksir memiliki harga 117 juta euro. Harga selangit tak menjadikan Sancho sepi peminat. Musim ini ia telah bermain di 23 laga Bundesliga dengan torehan 14 gol dan 16 assist. Di Liga Champions, pemain kelahiran Maret 2000 itu tampil dalam 8 pertandingan, masing-masing mencetak 2 gol dan 2 assist.

(Foto: Ina Fassbender/Gettyimages)
Akhir pekan nanti, Bundesliga akan kembali bergulir. Di Signal Iduna Park, Borussia Dortmund akan menghadapi tantangan Schalke 04 dalam laga yang bertajuk Revierderby. Kemenangan, akan membawa Die Borussen - julukan Dormund mendekati pemimpin klasemen Bayern Munich.

Hadirnya kembali Bundesliga menjadi representasi atas "comback" dunia sepakbola Eropa setelah tertangguhkan akibat wabah virus Corona. Kompetisi lain seperti La Liga, Seri A, dan Premier League juga segera bergulir dengan paling cepat di awal bulan Juni nanti.
Share:

Wednesday, May 13, 2020

Jonjo Shelvey, Bakat Muda Liverpool yang Tersia-siakan

Sebelum sukses bersama Newcastle United, Jonjo Shelvey dulunya adalah pemain muda potensial Liverpool. Bergabung dengan The Reds di bulan Mei 2010, ia digadang akan menjadi salah satu gelandang muda berbakat nantinya. 

(Foto: John Powell/Gettyimages)
Namun, Jonjo Shelvey mengalami peforma yang turun naik. Sempat menolak pindah ke West Brom, Shelvey akhirnya berlabuh ke Swensea City dengan banderol 5 juta pound sebelum dibeli Newcastle United yang memakan biaya 12 juta pound.

Di Newcastle United, pria berusia 28 tahun tersebut menjadi pemain kunci sejak kedatangan Steve Bruce menggantikan Rafa Benitez. Musim ini, Shelvey telah bermain di 17 pertandingan dan mencetak  5 gol. 

"Jelas, saya tidak tahu apa yang terjadi di klub pada awal musim panas. Jika Rafa kembali, saya akan mencoba yang terbaik di pra musim walau saya tahu tidak ada bedanya. Tapi yang datang adalah Steve, dia hebat untuk saya," kata Shelvey seperti dilansir dari Skysport.

Awal Yang Menjanjikan

Jonjo Shelvey mengawali karirnya bersama Charlton. Ia melakukan debut di usia yang sangat muda yakni 16 tahun 59 hari. Berikutnya, pada Mei 2010 ia memutuskan pindah ke Liverpool dengan transfer senilai 1.7 juta pounds. 

(Foto: James Williamson/Gettyimages)
"Bisakah saya jadi lebih baik? Jangan salah, saya bisa memiliki karir yang fantastis. Bisakah saya naik lebih tinggi? Bermain di Liga Champions? Mudah-mudahan saya masih bisa melakukannya, tetapi waktu saat ini sudah habis. Anda kembali ke masa lalu dan mungkin telah membuat keputusan yang salah," ungkap Shelvey melalui video call.

Di timnas Inggris, Shelvey mendapatkan caps pertamanya saat The Three Lions menang melawan San Marino pada Oktober 2012. Tapi setelah itu, ia menolak rencana Brendan Rodgers yang ingin menjualnya ke West Brom. Shelvey kemudian lebih memilih Swensea untuk kondisi perkembangan karirnya yang lebih baik. 

Di Swensea, Jonjo Shelvey bermain hingga 77 pertandingan Premier League. Tahun 2016, ia memutuskan berlabuh ke Newcastle United. Dan hingga saat ini, di usia yang telah mencapai 28 tahun, Jonjo Shelvey telah mampu membukukan lebih dari 200 penampilan Premier League. 

"Saya dan Maty telah menandatangi kontrak baru. Saya pikir penting mendapatkan kesepakatan itu. Ini menghilangkan tekanan dan kini saatnya kami dapat berkonsentrasi pada sepakbola," tutur pemain berkepala pelontos tersebut. 
Share:

Atletico Madrid Inginkan Chamberlain dari Liverpool

Dilansir dari Express, Atletico Madrid tengah menjajaki kemungkinan mendapatkan Alex Oxlade-Chamberlain pada bursa transfer musim mendatang. Menurut The Sun, klub asuhan Diego Simeone tersebut bahkan rela memberikan Thomas Partey untuk The Reds.

(Foto: Robbie Jay Barrat/Gettyimages)
Namun, Juergen Klopp selaku manajer Liverpool tidak memiliki niatan sama sekali untuk menjual Chamberlain. Pemain berusia 26 tahun tersebut merupakan bagian penting dan telah menjadi pemain di skuad inti The Reds.

Satu-satunya yang menghambat peforma Chamberlain di Anfield hanyalah cedera yang dialaminya. Ia sempat melewati beberapa pertandingan, tapi kemudian kembali tampil di tim utama. Musim ini, Chamberlain bermain di 21 pertandingan Liverpool dengan tiga gol diciptakannya di Premier League.

Berdasar transfemark, Chamberlain saat ini memiliki nilai harga di kisaran 28 juta euro. Ia didatangkan dari Arsenal pada tahun 2017 dengan transfer mencapai 35 juta poundsterling. Chamberlain tak butuh waktu lama untuk menjadi bagian penting di skuad Juergen Klopp.

Keputusan Meninggalkan Arsenal

Chamberlain dapat bermain di beragam posisi lini tengah. Ia dapat berperan sebagai gelandang serang dengan membantu membuka ruang bagi trio Liverpool di lini depan. Juergen Klopp sangat menyukai flexibilitas yang dimiliki kekasih Perrie Edwards tersebut.

(Foto: David Price/Gettyimages)
Keputusan meninggalkan Arsenal di tahun 2017 terbilang tepat bagi Chamberlain. Bersama The Gunners ia tidak mengalami peningkatan karir. Skuad Arsenal saat itu pun tidak memiliki kapasitas untuk bersaing di papan atas Premier League. Namun, Chamberlain tidak menjadikan itu sebagai alasan meninggalkan Arsenal.

"Saya meninggalkan Arsenal bukan karena saya tidak percaya bisa menang. Saya hanya ingin bermain di posisi yang saya inginkan. Saya memenangkan Liga Champions dan itu merupakan mimpi yang menjadi kenyataan," ungkap Chamberlain.

"Itu adalah keputusan besar bagi saya untuk meninggalkan klub seperti Arsenal. Saya berada di sana selama tujuh tahun. Itu memberi kesenangan lebih sekedar bermain sepakbola. Tapi saya harus membuat keputusan. Saya merasa penampilan terbaik saya datang dari lini tengah," tambahnya.
Share:

Liverpool Tidak Akan Memainkan Pemain Muda di Sisa Musim

Menjelang pertemuan petinggi klub dan otoritas Premier League pada Senin kemarin, ada klaim dari salah satu petinggi klub papan atas yang menyebut Liverpool akan memainkan para pemain muda (U-23) dalam sisa laga Liga Inggris ketika The Reds telah memastikan juara musim ini.

(Foto: James Williamson/Gettyimages)
Rencana memainkan pemain muda tersebut dianggap akan mempengaruhi jalannya persaingan di antara tim-tim menengah terutama bagi klub dalam ancaman degradasi di mana Liverpool masih harus berhadapan dengan Aston Villa dan Brighton. Hal itu dinilai akan merusak integrtitas olahraga.

Namun, menurut The Times, klaim itu membuat "bingung" para petinggi Anfield bahkan tak sekalipun masuk dalam rencana Juergen Klopp. Jika pada akhinya The Reds memastikan juara mereka dalam dua kemenangan ke depan, Sadio Mane dkk akan tetap tampil full team seperti biasanya.

Berbeda situasi ketika U-23 mewakili Liverpool dalam pertandingan Piala Carabao dan Piala FA lalu. Di Carabao, skuad inti Liverpool harus terbang ke Qatar menjalani pertandingan Piala Dunia Antarklub yang mampu mereka menangkan. Sementara jadwal Piala FA bersamaan dengan liburan musim dingin. Keduanya, tidak memungkin bagi Liverpool memainkan skuad utama mereka.

Rekor di Sisa Musim

Di sisa musim Liga Inggris, The Reds akan menghadapi Everton, Crystal Palace, Manchester City, Burnley, Chelsea, Newcastle United, Aston Villa dan Brighton. Ke sembilan laga tersebut tetap menjadi laga penting untuk skuad Juergen Klopp.

(Foto: Michael Regan/Gettyimages)
Jika mampu menyapu bersih semua laga, Liverpool akan mengumpulkan total 109 poin. Jumlah tersebut akan memecahkan rekor sebagai jumlah poin terbanyak dalam satu musim mengalahkan rekor 100 poin milik Manchester City yang diukir Citizens pada periode 2017-2018.

Selain mengejar rekor, Liverpool juga menginginkan kepuasan dari para fans. The Reds ingin menampilan skuad terbaik di sisa musim menyempurnakan tahun fantastis mereka. Jadi tak ada alasan bagi Liverpool untuk "meremehkan" sisa kompetisi dengan memainkan skuad U-23. 

Adapun memainkan sebagian dari kelompok akademi agar mendapat menit bermain di Premier League merupakan satu hal yang wajar saja. 
Share:

Karena Mohamed Salah, Riyad Mahrez Gagal Gabung Liverpool

Mohamed Salah menjadi salah satu kunci kebangkitan Liverpool dalam beberapa tahun terakhir ini. Pemain asal Mesir itu tampil fenomenal sejak didatangkan dari AS Roma pada tahun 2017. Ia mampu membukukan 91 gol dari hanya 144 penampilannya di semua kompetisi bersama The Reds.

(Foto: Alex Livesey/Gettyimages)
Tidak hanya itu, Mohamed Salah juga mengantarkan Liverpool di dua partai Final Liga Champions, salah satu di antaranya mampu dimenangkan The Reds saat mengandaskan perlawanan Tottenham Hotspur dengan skor 2-0.

Tidak hanya Salah, pemain-pemain baru yang juga berkontribusi besar dalam prestasi The Reds adalah Allison dan Virgil Van Dijk. Sejak kedatangan keduanya, lini belakang Liverpool tampil solid dan mencatatkan berbagai clean sheet.

Riyad Mahres Gagal Bergabung

Sebelum Liverpool merekrut Salah, saat itu Juergen Klopp menjadikan Julian Brandt sebagai prioritas target transfer. Selain Brandt, The Reds juga sangat dekat mendatangkan Riyad Mahrez dari Leicester City.

(Foto: Matt McNulty/Gettyimages)
"Sebelum menandatangi kontrak dengan Manchester City, ada minat dari Liverpool kepada saya, tetapi begitu mereka merekrut Mohamed Salah, semuanya selesai," ungkap Riyad Mahrez pada Bein Sport seperti dikutip dari Talk Sport.

Setahun berikutnya, Riyad Mahrez kemudian bergabung dengan Manchester City dengan banderol 60 juta pound. Harga itu menjadikannya sebagai pemain Afrika termahal dalam sejarah. Debut bersama City, mampu ia torehkan dengan dua gelar dari Piala Carabaou dan Piala FA.

Sukses Juergen Klopp

Liverpool pada akhirnya mampu bertengger sebagai klub teratas Eropa dan Premier League. Beberapa pemain tampil optimal semenjak penandatanganan Juergen Klopp di tahun 2016 menggantikan posisi Brendan Rodgers.

Pelatih berkebangsaan Jerman tersebut sukses memaksimalkan potensi Roberto Firmino, Sadio Mane hingga pemain muda Trent Alexendar-Arnold. Klopp turut mampu menarik minat pemain-pemain bintang untuk bergabung bersamanya di Anfield.

Saat ini, Liverpool tengah di puncak klasemen Liga Inggris. Cukup dua kemenangan di sisa laga, The Reds akan meraih gelar Premier League pertama dalam 30 tahun terakhir. Kesuksesan itu menjadi pelengkap dari gelar Liga Champions yang diraih di musim lalu.


Share:

Tuesday, May 12, 2020

Van Dijk, Bek Terbaik Dalam Sejarah Premier League

Mantan bek sekaligus kapten Manchester City, Vincent Kompany menyebut bahwa Virgil Van Dijk adalah bek terbaik sepanjang sejarah Premier League. Kompany bahkan mengatakan bahwa Van Dijk melebihi Rio Ferdinand dan John Terry.
(Foto : Gettyimages)
Hal itu bukanlah tanpa alasan. Vincent Kompany mengakui kehebatan Van Dijk dalam mengawal pertahanan Liverpool. Sejak kedatangannya ke Anfield, bek timnas Belanda itu mengubah lini belakang Liverpool menjadi sangat solid.

"Tanda-tanda yang dia tunjukkan dalam beberapa tahun terakhir ini sangat jelas membuktinya dirinya sedang berada di puncak. Dari apa yang saya lihat, ia adalah pemain pembeda. Komunikasinya dengan orang lain membuat tim tampil lebih solid," ucap Kompany kepada Sport.

Virgil Van Dijk merupakan mantan pemain Celtic dan Southampton. Ia selalu menjadi tumpuan dan pemain kunci dari setiap klub yang dibelanya termasuk Liverpool saat ini. Apa yang diraihnya, dengan membawa The Reds juara Liga Champions dan Premier League sebentar lagi disejajarkan dengan bek-bek terbaik Liga Inggris yang pernah ada.

"Saya akan memilih Virgil Van Dijk. Sekalipun di sana sudah ada Rio Ferdinand dan John Terry dalam waktu yang lama," kata Kompany.

Musim Sukses

Musim ini, Virgil Van Dijk tak pernah sekalipun absen membela The Reds dalam 29 pertandingan Premier League. Sebagai seorang bek, pemain berusia 28 tahun tersebut bahkan cukup produktif dengan catatan 4 gol. 
(Foto: Alex Livesey/Gettyimages)
Dengan Liga Inggris yang akan segera dimulai, Virgil Van Dijk dapat memasukkan namanya dalam buku rekor sebagai salah satu pemain yang tak pernah absen di sepanjang musim kompetisi bergulir.

Ia telah mampu membawa Liverpool meraih gelar ke-enamnya di Liga Champions dan hanya menunggu waktu untuk Liverpool merebut gelar Premier League yang sudah 30 tahun lamanya dinanti.

Prestasi itu juga tak pelak menjadikan Van Dijk sesosok pigur yang akan selalu dikenang Liverpudlian di kemudian hari. Ia akan menjadi ikon klub sekaligus legenda dari bagian sejarah kesuksesan Liverpool saat ini. 

Teruslah konsisten Van Dijk dan trofi sebanyak-banyak bersama Liverpool.
Share:

Ricky Lambert Ungkap Buruknya Balotelli di Liverpool

Mantan pemain Liverpool, Ricky Lambert mencap Balotelli sebagai pemain yang "memalukan" saat dirinya membela The Reds di tahun 2014. Padahal, bergabung bersama Liverpool adalah impian Lambert sejak kecil.

(Foto: Paul Ellis/Gettyimages)
Brendan Rodgers membawa Ricky Lambert dari Southampton untuk bekerja sama dengannya di Anfield setelah musim yang sukses sebelumnya dengan menempati posisi ke dua. Akan tetapi, kepegian Luis Suarez membuat Liverpool "rontok" dan mesti berpuas diri berada pada posisi ke enam musim berikutnya.

Ricky Lambert tahu, bahwa ia tidak dapat menggantikan peran Luis Suarez yang mampu menyarangkan 31 gol di musim terakhirnya bersama Liverpool. Namun, pria Inggris tersebut tak paham mengapa pelatih saat itu (Brendan Rodgers) lebih memilih menempatkan Balotelli di depannya padahal pemain Italia itu menampilkan sikap yang tidak baik.

"Aku tidak mengerti bagaimana Rodgers menempatkan dia (Balotelli) di depanku. Ini mempengaruhi saya dan berdampak buruk pada tim," kata Lambert seperti dilansir dari Dailymail.

Pada akhirnya, Lambert memutuskan hengkang dan bergabung dengan West Brom di tahun 2015. Ia juga mengungkapkan, dirinya sempat ingin "dibuang" ke Crystal Palace di minggu-minggu awal bergabung bersama Liverpool.

"Di awal, Rodgers ingin menyingkirkan saya ke Crystal Palace di mana Pardew berada. Sejak itu saya tahu, saya bukanlah prioritas tim. Tapi saya segera menolak, saya meninggalkan Southampton yang sudah bertahun-tahun saya bela dan bergabung Liverpool, lalu kemudian beberapa minggu setelahnya saya pergi ke Crystal Palace?" tutur Lambert.

Balotelli sendiri tidak sukses bersama Liverpool. Pemain Italia tersebut hanya mampu mencatatkan 4 gol dari 28 penampilannya bersama Liverpool. Kedatangan Juergen Klopp di tahun 2016, membuat posisi Balotelli semakin tersingkirkan dan akhirnya dijual ke klub Perancis, Nice. 

Perseteruan Balotelli dan Chiellini

Tidak hanya Lambert, rekan setim Balotelli di timnas Italia, Chiellini juga mengecam tindakan mantan pemain Intermilan tersebut. Kapten Juventus itu bahkan menyebut Balotelli layak ditampar karena sama sekali tidak memberikan kontribusi bagi Italia saat piala Konfederasi di tahun 2013.

(Foto: Daniele Badolato/Gettyimages)
"Balotelli adalah orang yang buruk dan tidak menghormati tim. Selama Piala Konfederasi melawan Brazil di tahun 2013 ia tidak memberikan bantuan. Ia benar-benar pantas di tampar," kata Chiellini kepada surat kabar La Repubblica. 

"Beberapa orang mengira dia termasuk lima striker terbaik di dunia, tetapi saya bahkan tidak pernah menganggapnya sebagai 10 atau 20 teratas.
Share:

Wan Bissaka Dianggap Lebih Bagus Dari Alexander Arnold

Dikutip dari berbagai sumber, mantan pemain sekaligus legenda Manchester United, Gary Neville menyebut Wan Bissaka lebih bagus dari Trent Alexander-Arnold. Menurutnya, Wan Bissaka merupakan pemain yang cepat beradapatasi. Hal itu sangat membantu untuk menjadi pemain kunci di masa mendatang.

(Foto: Max Maiwald/Gettyimages)
"Pada saat ini, Aaron Wan-Bissaka adalah pemain yang lebih bagus. Dia dapat beradaptasi dengan sangat baik dan akan menjadi penting beberapa tahun mendatang," kata Neville.

Musim ini, statistik lebih menunjukkan penampilan Trent Alexander-Arnold jauh lebih baik. Dari 29 pertandingan yang sudah dilakoni Liverpool, Arnold tak absen sekalipun dan membukukan 12 asisst serta 2 gol.

Sementara Wan Bissaka bermain di 26 pertandingan Premier League bersama Manchester United dan hanya memiliki catatan 2 asisst. 

Dari segi harga sekalipun, Trent jauh melebih Wan-Bissaka. Pemain kelahiran 1998 atau 21 tahun lalu tersebut memiliki harga pasar 99 juta euro berbanding terbalik dengan Wan Bissaka yang hanya bernilai 32 juta euro.

Di timnas Inggris, keduanya turut bersaing ketat memperebutkan satu tempat di bek kanan Three Lions. Kompetisi antar keduanya akan menguntungkan bagi peforma timnas Inggris untuk menentukan skuad terbaik mereka nantinya.
Share:

Tanguy Ndombele Masuk Radar Liverpool

Pemain tengah Tottenham Hotspur, Tanguy Ndombele jadi bidikan Liverpool. Sejatinya pemain kelahiran 1996 tersebut sudah lama dikaitkan dengan The Reds sejak masih berseragam Olympique Lyon. 

(Foto: Marck Leech/Gettyimages)
Juergen Klopp sendiri disebut menyukai gaya permainan Ndombele. Musim ini, pemain berkebangsaan Perancis itu lebih banyak berkutat dengan cedera dan hanya mampu bermain di 19 pertandingan Premier League dengan catatan 2 asisst dan 2 gol.

Berdasar Transfermarkt, Ndombele memiliki nilai harga yang cukup mahal di kisaran 52 juta euro. Pria dengan tinggi 1.81 meter itu sendiri diragukan masa depannya bersama Jose Mourinho di Tottenham Hotspur.

Liverpool membutuhkan tambahan di lini tengah setelah dua pemainnya dikabarkan akan hengkang di musim depan. Selain itu, Naby Keita juga masih berjuang menampilkan peforma terbaiknya. Ndombele dipercaya dapat melengkapi skuad Liverpool di musim depan.

Selain The Reds, kabarnya Barcelona juga turut mengincar Ndombele. Bahkan, tim berjuluk Blaugrana itu memasukkan gelandang mereka, Arthur sebagai bagian dari kesepakatan.

Bagaimana, Kops? Cocok gak Ndombele di Liverpool?
Share:

Premie League Bisa Kembali Lebih Cepat

Dilansir dari halaman resmi klub, Premier League dapat bergulir kembali pada 1 Juni mendatang. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Inggris, Boris Jhonson pada Senin (11/05/2020) waktu setempat.

(Foto: Gettyimages)
Pernyataan senada juga disampaikan Chief Executive Premier League, Richard Master seusai mengadakan pertemuan sejumlah perwakilan klub dalam rapat pembahasan rencana bergulirnya kembali kompetisi.

"Ada keinginan besar dari kesepakatan bersama untuk menyelesaikan musim ini. Keselamatan para pemain, pelatih, manajer, staff, pendukung dan masyarakat luas tetap menjadi prioritas kami," ungkap Richard Master.

Selain menyambut gembira kembalinya Premier League, Richard Master juga tak lupa berterima kasih pada jajaran tenaga medis yang telah berupaya keras meredam penyebaran virus Corona. Para pemain dan juga klub turut memberikan dukungan kepada NHS dan berharap tetap melakukan penanganan setelah kompetisi dimulai kembali.

Kembalinya Premier League juga menyusul kompetisi Bundesliga yang akan bergulir pada akhir pekan nanti. Walau demikian, penyelenggaraan event olahraga tidak akan dihadiri penonton di stadion sesuai kebijakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Seperti diketahui, pada bulan Maret lalu, beberapa kompetisi Eropa ditangguhkan akibat mewabahnya virus Covid-19. Liga Inggris sendiri telah memasuki matchday ke-29 dengan Liverpool bertengger sebagai pemuncak klasemen unggul 25 poin atas Manchester City.

Share:

Robertson Ingin Akhiri Karirnya di Liverpool

Bek kiri Liverpool, Andy Robertson telah bermain di Anfield hampir tiga tahun sejak didatangkan dari Hull City pada 2017. Pemain berpaspor Skotlandia tersebut mengungkap niatannya untuk dapat mengkhiri karir bersama The Reds.

(Foto: Andrew Powell/Gettyimages)
Dilansir dari halaman resmi klub, pemain berusia 26 tahun tersebut merasa bangga dapat bermain di klub sebesar Liverpool. Ia hanya perlu menjaga standar tingginya sebagai seorang pemain untuk terus dapat menjadi bagian skuad inti Liverpool.

"Ini akan menjadi sangat sulit, tetapi saya ingin sekali dapat menyelesaikan karir saya di sini. Jika saya dapat mempertahankan standar tinggi saya seperti James Milner maka saya akan sangat senang," ungkap Robertson.

Walau demikian, Andy Robertson juga tidak menutup kemungkinan untuk mengakhiri karir di negara asalnya, Skotlandia. Jika itu terjadi, ia berharap dapat membela Celtic di kemudian hari dan pensiun di sana.

"Saya ingin bermain selama saya bisa. Jika itu berakhir di Skotlandia, saya terbuka untuk itu. Tetapi saya ingin memenangkan beberapa piala bersama Liverpool," lanjut pemain yang berhasil membawa Liverpool memenangkan Liga Champions Eropa, Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub.

Musim ini, Robertson telah bermain di 28 pertandingan. Ia mampu mencatatkan 7 asisst dan menciptakan satu gol krusial saat Liverpool comeback menghadapi Aston Villa. 
Share:

Monday, May 11, 2020

Striker Terbaik Liverpool. Siapa Pilihan Kalian?

Dalam sejarahnya, Liverpool memiliki sederet nama-nama striker top. Di era saat ini kita mengenal Mohamed Salah, Sadio Mane dan Firmino sebagai trio penyerang mematikan Liverpool.

(Foto : Simon Stacpoole/Gettyimages)
Sebelum hadirnya trio Firmansah, Liverpool pernah memiliki striker hebat pada diri Fernando Torres, Luis Suarez hingga sang legenda Ian Rush dan Kenny Dalglish.

Jauh kebelakang, ada nama Roger Hunt yang membela Liverpool dari tahun 1958 hingga 1969. Pria Inggris tersebut mencatatkan 492 penampilan di semua kompetisi dengan torehan 285 gol.

(Foto: Dailypost)
Lebih jauh lagi, Liverpool pernah diperkuat oleh satu predator ulung di periode 1925-1936. Selama sekitar 11 tahun membela Liverpool, Hodson memiliki catatan 241 gol dari 377 penampilan.

Kemudian ada Ian Rush dan Kenny Dalglish. Keduanya mencatatkan lebih dari 500 penampilan bersama The Reds. Ian Rush memimpin top skor Liverpool dengan torehan 346 gol. Sementara Kenny Dalglish melesakkan 172 gol.

(Foto : Stephen McCarthy/Gettyimages)
Berikutnya, Liverpool mengorbitkan pemain muda bertalenta. Robbie Fowler menjadi satu fenomena unik saat itu. Ia merupakan andalan Liverpool di lini penyerangan. Dalam 369 penampilan bersama The Reds, Fowler membukukan 183 gol.

Berlanjut pada bocah ajaib, Michael Owen. Karirnya melesat bersama The Anfield Gank. Pria Inggris tersebut merupakan trio scouser yang berhasil menembus tim utama Liverpool bersama Jamie Carragher dan Steven Gerrard. Owen memiliki catatan cukup meyakinkan. Ia menorehkan 158 gol dari 297 penampilannya.

(Foto: Neal Simpson/Gettyimages)
Fernando Torres dan Luis Suarez melanjutkan estafet striker top Liverpool di Liga Inggris. Keduanya memiliki kesan mendalam bagi Liverpudlian sebelum memutuskan hengkang dari Anfield. Torres memiliki 81 gol dan Suarez unggul satu angka di atasnya, 82 gol.

(Foto : John Powell/Gettyimages)
Kini Mohamed Salah, Sadio Mane dan Firmino meneruskan kisah para penyerang top. Terkhusus bagi Mohamed Salah yang telah memiliki 91 gol dari hanya 144 penampilannya bersama The Reds. Tak menutup kemungkinan, Salah akan mencapai 100 gol di sisa musim kompetisi Liga Inggris.

Siapa favorit kalian, Kops?
Share:

Bundesliga Awali Kembalinya Sepakbola Eropa

Sabtu pekan ini, 16 Mei 2020, Bundesliga kembali akan bergulir. Ini menandai "comeback-nya" sepakbola Eropa setelah ditangguhkan akibat mewabahnya Virus Corona. 

(Foto: Gettyimages)
Salah satu pertandingan yang dapat disaksikan minggu ini adalah ketika Borussia Dortmund menjamu Shalke di Signal Iduna Park. Saat ini Jadon Sancho dkk masih tertahan di posisi kedua dengan tertinggal 4 poin dari pemimpin klasemen Bayern Munich. Sementara Shalke berada di posisi ke enam dengan 37 poin.

Laga antara Dormund vs Shalke tentunya sangat dinantikan penikmat layar kaca sepakbola. Hal tersebut mengingat sejak sekitar bulan Maret lalu, para pecinta sepakbola tak lagi menikmati suduhan para pemain terbaik dunia di kancah Eropa.

Premier League sendiri dikabarkan juga akan segera kembali bergulir. Besok, Senin (11/5/2020) para perwakilan klub Liga Inggris akan mengadakan kembali pertemuan membahas rencana dilanjutkannya kompetisi.

Dengan demikian, tak menunggu waktu lama lagi untuk bisa melihat Liverpool mengangkat trofi Premier League. Gelar ini sekaligus menyempurnakan raihan Juergen Klopp setelah mampu memenangkan piala Liga Champions, Super Eropa, hingga piala Dunia Antarklub.
Share:

Kevin De Bruyne Bagus, Tapi ....

Dilansir dari Liverpool Echo, mengungkapkan tentang bagaimana Liverpool berjalan tanpa memiliki gelandang kreatif sejak ditinggal Coutinho pada Januari 2018. Ketika itu, The Reds dianggap akan kewalahan dalam membangun serangan dan membutuhkan sosok pengganti yang sepadan.

(Foto : Sebastian Frej/Gettyimages)
Akan tetapi, dalam dua musim terakhir, Liverpool justru tampil superior. Mereka menuntaskan musim yang nyaris menjadi juara dengan rekor jumlah poin tertinggi mereka dalam semusim. Jumlah gol yang disarangkan pun cukup fantastis dengan mencatatkan 89 gol di musim itu.

Di musim ini, Liverpool mencatatkan rata-rata 15,6 tembakan per pertandingan. Trio lini depan pada diri Mane, Firmino dan Mohamed Salah menjadi sosok paling kontributif menciptakan gol untuk Liverpool. Total ketiganya menciptakan 38 gol dari 64 gol di Premier League musim ini.

Masalah utama Liverpool sejak kehilangan Coutinho adalah membangun kreativitas untuk membongkar pertahanan rapat lawan. Musim ini, The Reds cukup kesulitan menghadapi tim-tim dengan pertahanan berlapis seperti saat berhadapan Atletico Madrid di Liga Champions.

Namun, Liverpool cukup beruntung memiliki dua fullback andalan pada diri Trent Alexander-Arnold dan Andy Robertson. Keduanya memiliki catatan yang bagus dalam menciptakan peluang di setiap pertandingan. Arnold sendiri telah menorehkan 12 asisst di Premier League, sementara Andy Robertson mencatatkan 7 asisst.

Setidaknya Liverpool telah menunjukkan bahwa mereka mampu mengatasi kekurangan tim semenjak di tinggal sosok playmaker seperti Coutinho. Permainan atraktif tetap diperlihatkan The Reds dan menjadikan mereka sebagai tim terbaik musim ini.

Walau demikian, skuad Juergen Klopp masih dianggap perlu memiliki gelandang kreatif di tim mereka. Hal itu akan memberikan ragam variatif serangan dan membuat tim dapat bermain lebih terbuka. 
Share:

Liga Inggris Dimulai 12 Juni

Kabar baik bagi pecinta Liga Inggis dunia. Dilansir dari Dailymail, Premier League dapat kembali digelar pada bulan Juni mendatang. Esok, (11/05/2020) klub-klub Liga Inggris akan kembali melakukan pertemuan terbaru mereka membahas rencana bergulirnya kompetisi.

(Foto : Gettyimages)
Salah satu wacana yang diperbincangkan adalah tentang venue netral dalam menyelenggarakan pertandingan. Beberapa klub menolak rencana tersebut. Mereka berharap tetap dapat memainkan sisa laga di stadion masing-masing.

Akan tetapi, pertandingan tersebut tetap diselenggarakan tanpa penonton. Begitu pun dengan protokol kesehatan akan diberlakukan sangat ketat. Walau tak aman 100 persen, klub-klub Liga Inggris tetap ingin melanjutkan sisa kompetisi mengingat adanya besaran kerugian yang mereka alami jika liga dibatalkan.

Bergulirnya kembali Liga Inggris akan menguntungkan Liverpool. Walau tak dihadiri penonton, The Reds dipercaya akan tetap tampil ngotot untuk mengejar gelar juara mereka yang pertama dalam 30 tahun terakhir. 

Musim ini Liverpool hanya membutuhkan 2 kemenangan lagi untuk mengunci gelar setelah unggul jauh dari Manchester City di posisi kedua dengan 25 poin. Para Liverpudlian tentunya berharap sisa kompetisi dapat berjalan dengan lancar. 
Share:

Sunday, May 10, 2020

Paul Ince Anggap United Bergurau Jika Ingin Menyamai Liverpool

Mantan pemain Manchester United, Paul Ince, menganggap jika Manchester United berpikir dapat menyamai Liverpool dalam bebeapa jendela transfer ke depan maka itu adalah sebuah candaan. Menurutnya, butuh waktu yang panjang dan pondasi tim yang kuat untuk berada selevel dengan Liverpool saat ini.

"Dibutuhkan waktu yang lama untuk mengejar ketertinggalan dan jika ada orang di Old Trafford yang berpikir itu dapat dilakukan dalam beberapa tahun dengan sejumlah pemain bintang, mereka sedang bercanda," kata Paul Ince pada Planetfootball seperti dilansir dari Goal. 

(Foto : Paul Ellis/Gettyimages)
Bagi Paul Ince, transisi yang terjadi pada tubuh United tidak berjalan dengan baik. Semenjak kepergian Sir Alex Ferguson, manajemen United mendatangkan David Moyes dari Everton. Pelatih 57 tahun tersebut dianggap tidak diberikan waktu yang cukup dan modal transfer yang memadai untuk skuad United miliknya.

Setelah itu, United menunjuk Louis Van Gaal yang dianggap tidak cocok bersama United. Lalu kemudian ada Special One, Jose Mourinho yang justru lebih banyak terlibat konflik internal selama menukangi Manchester United.

Berbeda dengan Liverpool yang telah membangun pondasi mereka sejak lama, apalagi saat Klopp masuk sebagai pelatih. Kepercayaan diberikan sepenuhnya kepada Klopp dan saat ini The Reds tengah menikmati hasilnya. 

"Liverpool sudah punya rencana. Mereka berpegang teguh padanya (Klopp) bahkan ketika segala sesuatunya tidak berjalan baik di tahun pertama. Dan saat ini mereka (Liverpool) sedang menikmati hasilnya," ungkap Ince.

Musim in, Liverpool nyaman di puncak klasemen dengan keunggulan yang sangat jauh dari Manchester United. Menurut Paul Ince, hal itu adalah sesuatu yang sangat memalukan bagi klub sebesar Manchester United. 

Ehem!! Kita tetap harus fokus, kops.
Share:

Blog Archive